Friday, September 21

PERAHU KERTAS

WEEELLL, I still remember I've once said that I'll post something about my current obsession which is actually just a movie called Perahu Kertas... This is actually a movie based on a novel with the exact same title. Lucky you, I finally had a chance to post it, now, through my brother's laptop haha ^^
And thisssss simple thing had precisely made me flipped, head over heels, obsessed, drowned in super indescribable mundane obsession. That one which I obviously can't even describe with words.
Aku sendiri juga nggak tahu, nggak ngerti, jujur bingung, apa yang bisa buat aku terhipnotis, benar-benar terhipnotis sampai gila, terobsesi level entah berapa dengan Perahu Kertas.

Awalnya, aku cuma lagi online twitter dari laptop and suddenly, aku lihat ditimeline, ada beberapa orang difollowingsku yang mulai ungkit Perahu Kertas.. I still remember it was August 14th. Aku pernah baca sinopsis novelnya sih, and awalnya memang aku tertarik, penasaran sama kugy just because I think she's unique and she is also an aquarian just like me.

Well then I did a research in the internet about PK.. I watched the trailer afterwards.
And in an instant, I'm mesmerized. GILA, langsung GILA....
Well, gimana nggak, dalam film itu, ditrailernya ada scene yang backgroundnya braga and ubud. Secara, aku sendiri pun ngga tahu kenapa aku bisa suka bangeeettt sama bali apalagi Ubud sama Tana Lot terlebih Bandung dan Braga nya yang selalu mengingatkan aku sama Rocketown, mungkin terkesan awkward, tapi scene di braga yang sebenarnya cuma adegan dorong mendorong mobil mogok bisa buat aku overwhelmed, bukan karena adegan, tapi dari braga itu sendiri sudah jadi penghipnotis buatku.
Aku ngga bisa benar-benar bilang kenapa aku bisa cinta banget sama bandung and braga, mungkin yahh karena childhood's story, mungkin karena dulu aku sama opa oma sering banget ke bandung and we visited braga more than one time, went shopping together yah meskipun itu terjadi waktu aku masih kecil, kecil banget.. yahh, cuma itu nggak penting, itu semua masa laluuuu *kugy's style*

back to PK, setelah nonton trailernya, aku browse soundtracknya, dan lagi lagi aku dibuat gila oleh soundtracknya karena ada bagian lirik yang mengatakan ini :

"Ku bahagia kau telah terlahir di dunia dan kau ada di antara milyaran manusia"

Kebetulan, aku pernah baca novelnya tapi nggak selesai satu buku dibaca karena, well, bilang saja hilang lahh yaa...I was so young though' and nggak terlalu perduli dengan love stories.

I was repeating the trailer over and over again sampai akhirnya setelah yang ketiga kali, aku bukan lagi gila karena braga-nya, tapi karena perkataan sosok keenan yang sangat "jleb".....

"Nyerah sama realistis itu beda tipis"
semenjak itu, aku jadi pengen banget nonton filmnya. Seminggu berlalu, teman-temanku juga banyak yang aku ajak nonton tapi nggak semuanya berminat hingga akhirnya, mungkin karena I uberly believe nothing is impossible and nothing is coincidence either, aku serasa kayak harus sms Zata and ajak dia nonton.

THANK GOD, karena memang nothing is impossible and Tuhan selalu atur semuanya jadi yang terbaik, Zata kebetulan ada diJakarta, soooo in totatl sudden, aku sms jam 10 malam, besoknya jam 11siang kita langsung berangkat ke bioskop dengan semua curiousity....

Hasilnya, setelah menonton, obsesiku bukannya terobati ternyata malah tambah parah, bahkan sampai hari ini tambah parah... haha

I've read the novel 4 times also, actually... Boleh dibilang gila, atau obsessed atau whatever..
Tapi, I reallyyy wish I were Kugy.
I meant, yaaahh, dia itu dianggap freak oleh masyarakat, tapi dia stay on her path, dia tetap percaya sama kemauannya, follows her dreams dalam kondisi apapun, she found her true love by the strangest method I've ever known, yap, radar neptunus. AND even, her true love, accepts her for who she really is, her personality, her body, her height (the novel says keenan called kugy with "tiny") even her dreams, her imagination, everythinggg....
It's extremely rare for us to find man like keenan in real life, right???

sooo that's whyyyy I'm obsessed with this thing haha...
It taught me no matter where in this world or even universe do we go or wanted to go or have been, we will always find our true love someway, somehow, SOMEDAY, eventhough if that day may come in the most peculiar ways we have never imagined.. So yeah, just don't stop believing :)







 eveennnn my brother painted me this thing... Well, I forced him a bit though :P








Maybe I should put my radars on, it might be able to help me to find my own keenan :)

LET OUR KING BE LIFTED UP!!

GUESS WHAT.....
I'm actually in the moooooooossssttt indescribable feeling ever...
I can't hardly believe how much a song originally sung by Sidney Mohede has literally changed me...

Hosanna in the highest, let our King be lifted up, Hosanna
Jesus You're be lifted higher, higher, be lifted highest!!!

Sebenarnya bukan hanya liriknya yang benar - benar nudging, tapi alunan nadanya, melodinya, instrumentalnya, semuanya. Bahkan beberapa hal, kejadian yang menyangkut lagu itu yang memang (honestly) baru - baru saja terjadi dalam hidupku.

Kelasku ikut lomba musikalisasi puisi dalam rangka bksn, well mungkin itu terkesan biasa, tapi entah kenapa, anehnya, well nothing's coincidence sih, Tuhan pasti punya alasan kenapa setiap hal bisa terjadi.
Awal mulanya, jujur, akhir-akhir ini memang aku merasa jiwa kerohanianku agak sedikit kurang intim, sampai tiba-tiba hari selasa kemarin, walaupun niat awalnya cuma latihan nyanyi buat tugas musik (dengan kelompok yang jujur, awalnya aku merasa kurang - sreg - tapiiiiiii ohmygosh, entah God's flipped my mind atau gimana, setelah practicing together and several attempts of singing and praising, aku benar-benar mind blown, head over toe sama lagu ini, dan even sama beberapa anak dikelompokku.
Lagi - lagi, aku disadarkan supaya jangan langsung mengklaim someone begini atau begitu based on what I've seen.

Kita bertujuh, aku, Cynthia Ang, Sabda Juliana, Yohana Setiawan, David Servus, Sofni Inka, Michelle Leono dan Hizkia pun akhirnya mengadu nyali (hemm) dengan latihan yang bisa dibilang dadakan, karena kita latihan bareng itu hari selasa dan harus perform untuk penyisihan hari rabunya.
Entah gimana juga, ada satu hal saat latihan yang akhirnya opened my eyes kalau aku memang nggak seharusnya "menjauhkan diri dari kehidupan rohani/something like that, walau nggak sepenuhnya menjauhkan diri, yeah you know what I really meant, hanya saja, sepertinya terjadi sedikit kesenjangan".. Hal itu adalah diwaktu kita lagi menunggu giliran perform, one of the crews said we should've prayed first because whatever we do, we've done and even will eventually do belongs to the only one and only Almighty, Jesus Christ.

Waktu itupun, I had the privilege to read the poem by myself while others accompanied me by singing this awesome praising song. Tuhan Yesus itu benar - benarrrr baik, tepat saat aku perform, aku akhirnya sadar kalau it's been more than a year since the last time I perform anything, sing, or even act in public places where people can see it. Dan saat itu, aku tidak terlalu merasakan kegugupan atau kegrogian yang lebay, meski sedikit-sedikit ada, worried a lil bit.
And thanks Godddddd, we made it through to the finale!!! God is great banget yaahh..

Setelah nyaris 2 tahun aku nggak nyanyi, nggak acting, nggak perform, and now once He has given a whole new better life, better friends, bright future, everythingggggg, when all the things started to make sense,  He opened my sight, He made me realized kalau aku nggak perlu selamanya terjebak dalam masa lalu, Dia sadarkan aku kalau aku punya talenta yang Tuhan sudah berikan, yang Tuhan percayakan, aku nggak boleh selamanya terjebak dan sedih karena kejadian masa lampau sampai aku menyia-nyiakan talenta tersebut.

Kamis kemarin, I spent a day practicing my best but once again, aku nggak tahu kenapa aku bisa akhirnya jump ship melakukan hal - hal yang aku pikir nggak mungkin aku lakuin lagi... I was shocked when I realized I still can reach some high notes, I still can act and perform my very best, the pride was overwhelmingly awesome, serius. Aku nggak bisa menjelaskan gimana perasaanku kemarin...

Semuanya itu lengkap hari ini, when we were practicing for one last time to perform in the finale stage, the stage of stars haha, no I meant it. Kyaaaa, aku benar- benar merasa purely blessed, aku benar - benar merasa, I don't care hasilnya gimana, aku percaya kita sudah melakukan yang terbaik, aku yakin kita mempersembahkan penampilan kita bukan untuk kepentingan kita, bukan untuk mencari popularitas, tapi semua yang kita lakukan, yang kita usahakan, yang kita persembahkan layak dan berkenan untuk memuliakan Tuhan Yesus Kristus.

Hari ini aku sadar kalau yah, seminggu ini benar - benar ajaib, aku nggak boleh selalu paranoid sebelum perang, nggak boleh terlalu worry dengan siapapun partnersku kalau hal yang harus dijalani dengan partners itu belum terjalani, aku juga sadar kalau aku harus memanfaatkan talenta, everything God's given to me only to praise Him and let His name be honored, let the whole world sees how awesome He really and truly is.

And now, I'll make a promise. I'll start singing, acting, doing whatever I used to do, not for my own sake, but whatever I'll do from now on, they belong to God.

Aku mau berkarya untuk kemuliaan nama Tuhan, aku mau setiap langkahku dipimpinNya, my hand, my feet, my voice, my life, my love, my everything, LORD USE ME!! :)

Let Our King be lifted up, HOSANNA!!!



P.s: nanti kalau the official video of our performance has finally released, I'll try to put it on youtube, you'd better wait haha :)


hugs & kisses
Stephie ^^