I wake up to another day
I don't know if I can face
All the fears (that are) staring me down
Yeah, I'm trying to be brave
But I'm a thread, about to fray
I wanna stand but I don't know how
I look up and all I see is Your love holding me
When I feel like giving up
When my heart is hurt too much
Feels like I've reached the end
No, I won't turn and run
This battle will be won
When I've done all I can
I stand stand stand
I stand stand stand
Some days I lose my place
It's a fight to keep my faith
But You are with me, I am not alone, no
But all around my world gives way
Toss like an ocean wave
You are my rock and the storm clouds blow
I look up and all I see is Your love holding me
When I feel like giving up
When my heart is hurt too much
Feels like I've reached the end
No, I won't turn and run
This battle will be won
When I've done all I can
I stand stand stand
I stand stand stand
On Your promise, I will stand
All other ground is sinking sand
On Your promise, I will stand
All other ground is sinking sand
Sinking sand oh who woooh
It's sinking sinking, yea yeah
When I feel like giving up
When my heart is hurt too much
Feels like I've reached the end
No, I won't turn and run
This battle will be won, yea yeah
So I'll stand stand stand
I stand stand
I'll stand stand stand
before you start reading my posts, you should gimme at least few props. Since I can proudly admit, i like to tease another people. i speak sarcasms almost fluently well, i don't easily be nice with stranger. and basically i like to make things awkward. And I believe blogging can be a really therapeutic thing. It's a great way to express thoughts and feelings through words, so fasten your seatbelt dear....
Wednesday, December 25
Stand - Britt Nicole lyric
Thursday, December 19
2013 REMINISCENCE
Hi folks....
It has been quite long since the last time I wrote something here...
I've been extremely busy lately.
Yeah, being a senior student is not as easy as we used to imagine back when we were all just freshmen students at high school.
You might probably wonder what makes I decided to use "2013 REMINISCENCE" as my current post's tittle. Haha I actually had my own reasons and explanations but it seems like I don't want to write this post in English. I just thought if it will be more appropriate for me if I write it in Bahasa...
Jadi, yah sesuai judulnya, postinganku kali ini memang bertujuan untuk mengenang 2013, tahun paling unpredictable yang pernah aku lalui seumur hidupku. Terlalu banyak hal-hal unik yang aku alami ditahun ini. Di tahun ini juga akhirnya aku merasakan suka duka jadi anak 17 tahun...
Sebenarnya, aku sudah belajar banyak sekali hal ditahun ini. Aku belajar kalau umur memang akan selalu bertambah, tapi kalau kita mau memasuki fase kedewasaan dan disebut dewasa memang butuh proses yang bisa dibilang sama sekali tidak mudah.
Aku juga bertemu banyak sekali orang, teman or anyway you wanted to call them yang datang dan pergi bahkan tetap tinggal dalam ceritaku hingga saat ini.
Terimakasih ya atas semua memorinya...
Pada awal tahun ini, aku ingat betul awalnya aku sedikit panik dan heboh (well bisa dibilang rada norak sih) karena kalau seorang perempuan sudah menginjak umur 17 tahun kan identik dengan semua yang bisa dibilang "perfection" (perhaps).. Aku ingat aku memulai semester empat di SMA bersama dengan teman-teman yang saat itu juga dekat denganku. Aku juga sama sekali tidak menyangka kalau pada saat aku ulang tahun, teman-teman dekatku akan memberikan a little birthday surprise... It actually felt unpredictably precious. Siapa sih yang tidak senang kalau teman-temannya mengingat ulang tahunnya? Thanks for it, loves!
Ditahun ini juga, akhirnya (Puji Tuhan banget) aku bisa buka mata dan belajar juga gimana caranya pilih teman yang baik. Karena ternyata nggak semua orang yang biasanya dekat dengan kita itu memang bisa dan pantas untuk dipercaya. Mereka yang biasanya terlihat cuek maupun tidak peduli pada keberadaan kita juga bukan berarti mereka tidak peduli sama kita. Malah ternyata, mereka yang cuek bebek, rada nyolot dan nyebelin ternyata lebih peka, lebih peduli dan lebih tulus serta lebih menyayangi dan lebih bisa menerima kita apa adanya daripada mereka yang setiap hari selalu disamping kita, mendengarkan cerita or whatever we like to do to complete our daily activities. Terimakasih buat semua yang ditahun ini mungkin pernah menyakitiku, pernah berusaha menghancurkanku dan mungkin sampai sekarang masih sering melakukan apapun hanya kamu dan Tuhan yang tahu untuk menjatuhkanku. Terimakasih karena usaha kalian itu yang akhirnya buat aku jadi lebih kuat, jadi tidak gampang meneteskan air mata dan aku semakin mahir memilah-milah orang yang masuk kedalam hidupku serta yang bisa kupanggil teman. Banyak terimakasih juga buat kalian yang saat ini masih tinggal dan mau jadi temanku, sahabatku, bahkan kakakku yang sudah kuanggap layaknya saudaraku sendiri. YOU ROCK GUYS, NOTHING COMPARES YOUR AMAZING AWESOMENESS!!
Uniknya lagi, ternyata pada tahun 2013 ini Tuhan juga mengizinkan aku merasakan ya beberapa hal yang berbau romance haha. Walaupun memang sepanjang tahun ini bahkan sampai saat aku mengetik tulisanku kali ini aku masih nyaman berstatus single, tapi harus diakui, di tahun ini akhirnya aku (dengan cara yang sama sekali tidak pernah kubayangkan maupun kupikirkan (it truly was completely and awkwardly unpredictable) disadarkan kalau selama ini aku benar-benar salah total kalau aku masig menutup diri and tend to shut people out. Malah bisa dibilang, di tahun ini lumayan banyak kejadian berbau romance yang realistis dan bisa buat aku akhirnya sadar kalau aku masih punya hati, aku masih bisa peka dan buat aku sadar juga, seberapa besarpun usahaku menghindari segala perkara hati, ujungnya aku akan merasakan itu juga.
Ditambah lagi semua hal berbau sekolah maupun karir yang sudah aku alami. Aku juga mengalami banyak sekali peningkatan tahun ini. Aku jadi berani berkomentar dipublik, berani ikut kompetisi lagi, padahal bisa dibilang aku sempat trauma pada kompetisi. But I had so much fun at DBL Jakarta. Aku benar-benar merasakan sedikit demi sedikit telah banyak yang berubah dalam diriku, cara pandang dan mindsetku juga...
Jadi, pada kesempatan kali ini, dalam tulisanku sekarang, aku mau mengucapkan banyak sekali terimakasih buat semua orang yg bisa buat aku tersenyum ditahun ini.
Buat papa, mama, kefas, Aunt Nesha, Aunt Melly, Aunt Erri, Aunt Tatia, semua teman-teman sekelasku di IPA, XI IPA 2 dan XII IPA 2, teman-temanku di DBL kemarin, lexsychopaths, teman-teman di GPU, keluarga induk semang di Candirejo, bu Lilis, bu Woro, bu Jane, bu Yuti, bu Vera, pak Sopar, pak Es, pak Widi, bu Romana, pak Bram dan semua guru keren lain. Thanks juga buat Endi, Rei, Dimas, Candra, Mario, Abed, Ary, Casper (a.k.a Jasver), Nisha, Amel, Aileen, Yohana, Citra, Angel, Ribka, Michelle, Ang dan semuanya lah yang tabah banget menghadapi kegilaanku.
The last but not least, THANKS SO MUCH GOD FOR GIVING ME THESE PRECIOUS MEMORIES AND AMAZING PEOPLE!!!!
Semoga semuanya bisa lanjut sampai selamanya..
Lots of love,
Steph
Tuesday, August 13
Everything Has Changed
Hai semua...
Apa kabar?
Hmm mungkin agak terkesan basi sih kata-kataku barusan itu dan sedikit out of topic kalau masih mau sapa menyapa haha..
Well, sebenarnya alasanku buat post ini juga patut dipertanyakan. Mungkin aku lagi error atau korslet pas ngetik post ini tapi I must admit, I do feel the urge to type this post..
Sesuai judulnya dan sesuai post sebelumnya yang berbau "everything has changed" ini lah yang mungkin telah menjadi inti dari postku sekarang...
Pernah nggak sih kalian berada diposisi ketika entah mengapa ada orang atau hal lain yang dulu mungkin dekat sama kamu, selalu melengkapi kamu baik sengaja maupun tidak sengaja. Selalu bisa membuatmu penasaran atau tertarik, jadi secara tidak langsung hal itu memberimu semangat untuk bertahan?
Hmm, aku nggak tahu kamu akan baca tulisanku ini atau nggak, atau mungkin selamanya tulisan ini cuma akan menjadi cuplikan atas diary gila yang memendam rasa yang tak pernah bisa tersalurkan..
Kalau boleh jujur, pertama-tama terimakasih karena dulu, dua tahun yang lalu kamu dan semua ulahmu yang menyebutku pendek, childish dan semua ledekanmu itu tanpa kusadari telah membuatku bangkit dan belajar kalau tidak ada gunanya menyesalkan masa lalu.
Terimakasih karena pernah dengan sabar dan tabahnya mendengarkan curhatanku, mendengarkan keluh kesah penuturanku yang saat itu masih takut membuka diri pada masalah hati dan persahabatan.
Terimakasih atas wishesmu yang polos mengatakan kalau kamu menginginkanku bisa tambah tinggi dan lebih dewasa. Well, it took time, aku butuh waktu dan aku sudah memanfaatkan waktu dua tahun untuk belajar serta bodohnya aku, aku juga butuh dua tahun untuk menyadari semua kebaikanmu dan perasaanku padamu,
Kalau mereka bilang cinta bisa tumbuh karena terbiasa, mungkin iya. Dibalik semua percakapan singkat yang terlalu singkat, sapaan-sapaan garing yang dulu terlontar dari bibir kita, serta semua yang sudah lewat, semua hal itu menguatkan rasa didalam diriku ini..
Lagi-lagi kuakui kalau mungkin sekarang memang telat untuk mengakui perasaan ini, karena waktu yang kita punya tidak begitu banyak. Sebentar lagi mungkin kita akan sibuk dengan aktivitas masing-masing. Dunia perkuliahan telah menyambut kita.
Kamu dan duniamu. Aku dan duniaku.
Selamat berjuang kamu yang disana, tetap menjadi yang terbaik. Aku sayang kamu yang dingin, kamu yang hanya bisa bercanda pada orang-orang tertentu, kamu yang selalu menatapku dengan tatapan super dingin yang selalu sukses membuatku merinding, kamu yang sebenarnya kalau tersenyum memang manis dan tetap misterius, kamu yang dulu selalu kupanggil papi karena kamu selalu mengingatkanku pada papaku dan hanya tersenyum menanggapi ulahku, kamu yang kini selalu sibuk dengan buku-buku dan deretan games yang jujur aku tidak pernah paham, kamu yang sepertinya sekarang anti membalas chat/sms dariku, tidak seperti dulu..
Aku kangen kamu yang dulu selalu minta kubantu mengerjakan tugas prakarya, kamu yang pernah akhirnya pasrah dengan pertanyaanku dan hanya mengatakan "how should I know, why can't you just be quiet for a moment?" tapi langsung tertawa setelahnya. Aku kangen kamu yang rela meminjamkan catatan matematikamu dan buku entah catatan rumus apapun itu serta dengan sabar menemaniku mengerjakan latihan fisika dikelas. Aku kangen sikapmu yang pernah mengantarku dan dua temanku pulang setelah kita selesai misa, kamu yang pernah menggenggam tanganku saat membantuku menapaki sungai, kamu yang rela jaketnya dipinjamkan secara tidak sengaja kotor karena ulahku. Padahal aku tahu kok, aku tahu kamu butuh jaket itu. Terimakasih buat semuanya. Terimakasih buat semua memori dan kenangan yang kamu berikan. Aku akui, aku kangen kamu yang dulu, bukan kamu yang sekarang semakin sibuk dengan game, buku dan headphone. Aku kangen kamu.
Tapi mungkin, ya, everything has changed... Ini waktunya untuk kita sama-sama menyongsong kedewasaan, menyiapkan diri untuk perpisahan kelak.
Sekali lagi, selamat berusaha ya, kamu.
Disini aku mendukungmu, selalu. Semoga deretan impianmu yang pernah kamu bilang ke aku itu menjadi kenyataan.. Semoga kamu bisa jadi dokter spesialis terbaik yang pernah aku kenal.
Jangan lupa tingkatkan juga hubungan koneksi dan relasimu, ya! :)
With love,
Steph
Everything Has Changed - Lyrics
"Everything Has Changed"
(duet with Ed Sheeran)
[Taylor Swift]
All I knew this morning when I woke
Is I know something now, know something
now I didn't before.
And all I've seen since eighteen hours ago
Is green eyes and freckles in your smile
In the back of my mind making me feel right
[Taylor Swift]
I just wanna know you better, know you
better, know you better now
I just wanna know you better, know you
better, know you better now
[Both]
I just wanna know you better, know you
better, know you better now
I just wanna know you, know you, know you
[Both]
'Cause all I know is we said, "Hello."
And your eyes look like coming home
All I know is a simple name
Everything has changed
All I know is you held the door
You'll be mine and I'll be yours
All I know since yesterday is everything has
changed
[Ed Sheeran]
And all my walls stood tall painted blue
And I'll take them down, take them down and
open up the door for you
[Taylor Swift]
And all I feel in my stomach is butterflies
The beautiful kind, making up for lost time,
Taking flight, making me feel right
[Both]
I just wanna know you better, know you
better, know you better now
I just wanna know you better, know you
better, know you better now
I just wanna know you better, know you
better, know you better now
I just wanna know you, know you, know you
[Both]
'Cause all I know is we said, "Hello."
And your eyes look like coming home
All I know is a simple name
Everything has changed
All I know is you held the door
And you'll be mine and I'll be yours
All I know since yesterday is everything has
changed
Come back and tell me why
I'm feeling like I've missed you all this time,
oh, oh, oh.
And meet me there tonight
And let me know that it's not all in my mind.
[Taylor Swift]
I just wanna know you better, know you
better, know you better now
I just wanna know you, know you, know you
[Both]
All I know is we said, "Hello."
And your eyes look like coming home
All I know is a simple name
Everything has changed
All I know is you held the door
You'll be mine and I'll be yours
All I know since yesterday is everything has
changed
[Taylor Swift]
All I know is we said, "Hello."
So dust off your highest hopes
All I know is pouring rain and everything has
changed
All I know is a new found grace
All my days I'll know your face
All I know since yesterday is everything has
changed
Tuesday, June 25
Heartless?!
Pasti pada penasaran kan kenapa aku tiba-tiba muncul lagi dan sekalinya muncul langsung buat postingan yang mungkin berbau galau atau some kind like that disini??
Hmm, sebenarnya aku lagi nggak galau sih... Cuma habis disadarkan akan suatu hal penting saja...
Semua orang pasti pernah mengalami yang namanya patah hati.
Baik itu patah hati dalam hubungan internal keluarga, hubungan antara dua pihak perempuan dan laki-laki maupun hubungan persahabatan.
Semua orang pasti pernah dikecewakan, dikhianati dan dianggap mungkin hanya sebatas pelarian atau pelampiasan....
Klise, semua orang pasti pernah merasakan suatu kondisi dimana dia harus "jatuh".
Hanya saja, tidak banyak orang yang sanggup bangkit dan menepis semua duka maupun dendam akibat rasa sakit hati itu.
Lebih banyak orang memutuskan untuk melanjutkan hidup tapi sambil menutup hatinya juga karena dia begitu takut akan semua resiko yang mungkin akan diterima olehnya. Simpelnya, dia memutuskan untuk heartless karena masih dihantui oleh trauma masa lalu... Aku pun pernah ada didalam fase itu.
Bisa dibilang mungkin bodoh atau malah aku pernah jadi pengecut yang bertahan pada kenangan masa lalu, kenangan semu terhadap seseorang maupun beberapa pihak yang mungkin pernah ada didalam kisah hidupku. Pihak yang dulu aku pikir merupakan pihak yang baik namun kenyataannya tidak sama sekali. Karena adanya sedikit harapan jikalau mungkin semuanya masih bisa kembali seperti dulu.
Karena harapan semu itulah aku sadar kalau aku pernah membangun dinding tebal untuk proteksi diri. Karena itulah selama beberapa belas bulan terakhir, jauh didalam diriku aku pernah menjadi pribadi yang takut akan komitmen, takut mempercayai orang lain, aku menjadi seseorang heartless.
Hingga akhirnya, sebuah statement menyadarkanku kalau selama ini tindakanku salah total.
"Terus, cuma karena elo heartless, hidup lo bisa jadi lebih bahagia? Bukannya kebalikan? Bukannya lo malah jadi menyia-nyiakan semua momen yang sedang berlalu sekarang ini? Lo relain semua kebahagiaan lo demi orang-orang yang nggak tahu gimana caranya menghargai elo? Buat orang yang nggak tahu seberapa besar dampak yang sudah lo berikan bagi mereka? Buat mereka yang masih mengekang elo secara nggak langsung dan buat lo sekarang terjebak dalam masa lalu sehingga elo nggak bisa freely live your life?"
Aku ingat aku termenung sejenak saat orang itu menanyakan kalimat tersebut padaku.
"Semua yang sudah berlalu dan pergi dari kehidupan kita itu bukan pergi tanpa alasan. Semua kata-kata, cacian, hinaan, sindiran dari orang-orang yang tidak memahami caranya berterimakasih dan bersyukur pasti ada hitungannya sendiri yang dihitung oleh Tuhan. Semua yang nggak ada lagi dalam kehidupan kita dimasa kini itu bukan tanpa alasan, tapi jelas, Tuhan nggak pernah mengizinkan semuanya ada dalam cerita lo sekarang. Kalau dimasa lalu aja mereka nggak bisa memahami elo, gimana masa sekarang, gimana masa depan? Yang ada elo cuma akan semakin dimaanfaatkan oleh pihak-pihak seperti itu."
Aku masih diam saat itu. Benar memang perkataannya. Selama ini aku salah total telah menutup diri. Aku salah total sampai menakuti komitmen. Aku salah total karena semuanya.
Seharusnya aku sama sekali tidak bertindak sebodoh itu. Seharusnya aku bangkit, bukannya terpuruk sebegitu parah dan hanya membuka diri pada beberapa orang.
Seharusnya aku bisa menunjukkan pada mereka yang pernah menyakitiku kalau hidupku memang sudah sangat jauh lebih baik sekarang karena Tuhan memberkatiku penuh dengan orang-orang yang setia dan tulus menyayangiku serta menerimaku apa adanya. Aku bisa hidup. I survived dan akhirnya aku bahkan bisa menjalani kehidupan serta dunia persahabatan, ikatan kekeluargaan dan mungkin a little romance yang lebih berbobot.
"Kalau Tuhan mengambil sesuatu dari lo, Tuhan juga yang pasti akan memberikan pengganti yang lebih layak. Bukan berarti status mereka pengganti, bisa jadi malah masa lalu lo itu yang sebenarnya hanya angin lalu, debu yang iseng nempel disana-sini. Debu yang alur kehidupannya nggak pernah konsisten"
Akhirnya aku tersenyum menanggapi perkataannya.
Aku sadar kalau aku harus berubah. Aku harus membuka hati. Membuka diri. Mensyukuri dan menghargai semua yang telah aku miliki saat ini dengan penuh cinta. Karena merekalah yang memang ditakdirkan untuk ada buatku hingga saat ini dan mungkin, selamanya.
"Thank you, ya!" seruku sambil tersenyum bahagia dan menatap mereka satu persatu
"Jangan berhenti percaya. Jatuh itu hal yang wajar. Gagal juga hal yang normal. Tapi semuanya tinggal masalah waktu. Pada waktu yang tepat yang sudah Tuhan sediakan, lo pasti akan dipertemukan dengan sahabat-sahabat sejati lo. Dengan cinta sejati lo juga!"
"Secara nggak langsung, gue aja bisa lihat kenapa dalam kehidupan lo sekarang sudah tidak ada orang-orang yang dulu menyakiti elo. Karena kalau anggapannya elo itu gadget, Lo itu limited edition, OS lo jauh lebih tinggi, lo lebih valuable dan harga jual lo pasti lebih tinggi juga. Lo kuat dan lo berharga. Makanya Tuhan mau lo juga dikelilingi sama orang-orang yang berharga juga"
....................
Intinya buat kamu semua yang mungkin sekarang masih menutup diri rapat-rapat karena segelintir hal dari masa lalu, stop wasting your time, you only live once.. Heartless cuma karena masa lalu itu sama sekali nggak berguna. Kamu yang rugi dan malah mereka yang sudah menyakiti kamu yang untung karena dimata mereka kamu lah yang terlihat lemah. Noooooo, I believe you're stronger than that. You're always stronger than you thought you were. Jangan lagi sia-siakan kehidupan kamu buat mereka yang sekarang mungkin sibuk sama dunia mereka sendiri... You're worth more than what they've done to you, you've been prepared to receive more...
God sees, God hears, God knows what you deserve...
Love,
Steph!
Saturday, May 11
Parents!
may endless blessings fall down to every parents in this world every day, every second. God, please, keep them all safe and sound in Your mighty hands. Dear Mommy and Daddy, I love you!! ♥
Tuesday, May 7
This is a repost from @benzbara_'s post.....
40 atau lebih hal yang harus aku syukuri dan ucapkan terima kasih kepadamu setelah kau pergi
2. terima kasih sudah mengungkapkan bahwa kau mencintaiku.
3. terima kasih sudah berkata aku rindu kepadamu, kepadaku.
4. terima kasih sudah mengirim pesan selamat tidur kepadaku di setiap malam.
5. terima kasih sudah membuatku tersenyum dengan pesan selamat pagi di setiap aku terbangun keesokan harinya.
6. terima kasih sudah menerimaku.
7. terima kasih sudah bersedia untuk aku cintai.
8. terima kasih sudah sempat menitipkan dan mempercayakan hatimu untukku.
9. terima kasih untuk setiap pelukan. yang sebentar, yang lama. (tapi kita lebih sering lama)
10. terima kasih untuk setiap kecupan. di pipi, di bibir, di mana pun yang pernah kita lakukan.
11. terima kasih untuk perjalanan yang tidak pernah aku bayangkan.
12. terima kasih untuk pengalaman yang tidak terlupakan.
13. terima kasih untuk kenangan yang manis.
14. terima kasih untuk waktu yang sudah kau berikan.
15. terima kasih sudah memperhatikan kesehatanku.
16. terima kasih sudah menjadi inspirasi untuk tulisan-tulisanku.
17. terima kasih untuk setiap tawa yang disebabkan olehmu.
18. terima kasih sudah memperlihatkan dan mengenalkanku ke sudut dunia lain yang baru
19. terima kasih untuk hal-hal yang baru.
20. terima kasih untuk debar bahagia yang kurasakan setiap menjelang bertemu kau.
21. terima kasih sudah menunggu.
22. terima kasih sudah menyediakan waktu untukku meski kau sudah tidak lagi boleh menyediakan waktu untukku.
23. terima kasih untuk kesabaranmu menghadapiku.
24. terima kasih untuk setiap percakapan tengah malam yang membuatku tidur selalu larut.
25. terima kasih untuk pemberian yang sekarang (dan nanti akan masih) aku kenakan.
26. terima kasih untuk lagu-lagu kesukaanmu yang kau bilang mengingatkanmu kepadaku.
27. terima kasih untuk hari-hari yang menyenangkan.
28. terima kasih untuk khayalan-khayalan masa depan yang sering kita tertawakan.
29. terima kasih sudah mendengarkanku berbicara.
30. terima kasih sudah membuatku merasa dibutuhkan.
31. terima kasih sudah mencoba untuk bertahan.
32. terima kasih sudah memberiku kesempatan.
33. terima kasih untuk setiap kemesraan.
34. terima kasih untuk tetap ada.
35. terima kasih untuk tidak benar-benar pergi.
36. terima kasih atas semua hal yang membuatku berterima kasih.
37. terima kasih untuk setiap mimpi-mimpi.
38. terima kasih untuk masih ada di sini.
39. terima kasih sudah memulai.
40. terima kasih sudah mengakhiri.
Saturday, April 27
Nostalgia Chai Tea Latte & Java Chip Frappucino.
Salahkah aku jika aku berharap?