Hai semua...
Apa kabar?
Hmm mungkin agak terkesan basi sih kata-kataku barusan itu dan sedikit out of topic kalau masih mau sapa menyapa haha..
Well, sebenarnya alasanku buat post ini juga patut dipertanyakan. Mungkin aku lagi error atau korslet pas ngetik post ini tapi I must admit, I do feel the urge to type this post..
Sesuai judulnya dan sesuai post sebelumnya yang berbau "everything has changed" ini lah yang mungkin telah menjadi inti dari postku sekarang...
Pernah nggak sih kalian berada diposisi ketika entah mengapa ada orang atau hal lain yang dulu mungkin dekat sama kamu, selalu melengkapi kamu baik sengaja maupun tidak sengaja. Selalu bisa membuatmu penasaran atau tertarik, jadi secara tidak langsung hal itu memberimu semangat untuk bertahan?
Hmm, aku nggak tahu kamu akan baca tulisanku ini atau nggak, atau mungkin selamanya tulisan ini cuma akan menjadi cuplikan atas diary gila yang memendam rasa yang tak pernah bisa tersalurkan..
Kalau boleh jujur, pertama-tama terimakasih karena dulu, dua tahun yang lalu kamu dan semua ulahmu yang menyebutku pendek, childish dan semua ledekanmu itu tanpa kusadari telah membuatku bangkit dan belajar kalau tidak ada gunanya menyesalkan masa lalu.
Terimakasih karena pernah dengan sabar dan tabahnya mendengarkan curhatanku, mendengarkan keluh kesah penuturanku yang saat itu masih takut membuka diri pada masalah hati dan persahabatan.
Terimakasih atas wishesmu yang polos mengatakan kalau kamu menginginkanku bisa tambah tinggi dan lebih dewasa. Well, it took time, aku butuh waktu dan aku sudah memanfaatkan waktu dua tahun untuk belajar serta bodohnya aku, aku juga butuh dua tahun untuk menyadari semua kebaikanmu dan perasaanku padamu,
Kalau mereka bilang cinta bisa tumbuh karena terbiasa, mungkin iya. Dibalik semua percakapan singkat yang terlalu singkat, sapaan-sapaan garing yang dulu terlontar dari bibir kita, serta semua yang sudah lewat, semua hal itu menguatkan rasa didalam diriku ini..
Lagi-lagi kuakui kalau mungkin sekarang memang telat untuk mengakui perasaan ini, karena waktu yang kita punya tidak begitu banyak. Sebentar lagi mungkin kita akan sibuk dengan aktivitas masing-masing. Dunia perkuliahan telah menyambut kita.
Kamu dan duniamu. Aku dan duniaku.
Selamat berjuang kamu yang disana, tetap menjadi yang terbaik. Aku sayang kamu yang dingin, kamu yang hanya bisa bercanda pada orang-orang tertentu, kamu yang selalu menatapku dengan tatapan super dingin yang selalu sukses membuatku merinding, kamu yang sebenarnya kalau tersenyum memang manis dan tetap misterius, kamu yang dulu selalu kupanggil papi karena kamu selalu mengingatkanku pada papaku dan hanya tersenyum menanggapi ulahku, kamu yang kini selalu sibuk dengan buku-buku dan deretan games yang jujur aku tidak pernah paham, kamu yang sepertinya sekarang anti membalas chat/sms dariku, tidak seperti dulu..
Aku kangen kamu yang dulu selalu minta kubantu mengerjakan tugas prakarya, kamu yang pernah akhirnya pasrah dengan pertanyaanku dan hanya mengatakan "how should I know, why can't you just be quiet for a moment?" tapi langsung tertawa setelahnya. Aku kangen kamu yang rela meminjamkan catatan matematikamu dan buku entah catatan rumus apapun itu serta dengan sabar menemaniku mengerjakan latihan fisika dikelas. Aku kangen sikapmu yang pernah mengantarku dan dua temanku pulang setelah kita selesai misa, kamu yang pernah menggenggam tanganku saat membantuku menapaki sungai, kamu yang rela jaketnya dipinjamkan secara tidak sengaja kotor karena ulahku. Padahal aku tahu kok, aku tahu kamu butuh jaket itu. Terimakasih buat semuanya. Terimakasih buat semua memori dan kenangan yang kamu berikan. Aku akui, aku kangen kamu yang dulu, bukan kamu yang sekarang semakin sibuk dengan game, buku dan headphone. Aku kangen kamu.
Tapi mungkin, ya, everything has changed... Ini waktunya untuk kita sama-sama menyongsong kedewasaan, menyiapkan diri untuk perpisahan kelak.
Sekali lagi, selamat berusaha ya, kamu.
Disini aku mendukungmu, selalu. Semoga deretan impianmu yang pernah kamu bilang ke aku itu menjadi kenyataan.. Semoga kamu bisa jadi dokter spesialis terbaik yang pernah aku kenal.
Jangan lupa tingkatkan juga hubungan koneksi dan relasimu, ya! :)
With love,
Steph