Tuesday, August 13

Everything Has Changed

Hai semua...
Apa kabar?
Hmm mungkin agak terkesan basi sih kata-kataku barusan itu dan sedikit out of topic kalau masih mau sapa menyapa haha..

Well, sebenarnya alasanku buat post ini juga patut dipertanyakan. Mungkin aku lagi error atau korslet pas ngetik post ini tapi I must admit, I do feel the urge to type this post..

Sesuai judulnya dan sesuai post sebelumnya yang berbau "everything has changed" ini lah yang mungkin telah menjadi inti dari postku sekarang...

Pernah nggak sih kalian berada diposisi ketika entah mengapa ada orang atau hal lain yang dulu mungkin dekat sama kamu, selalu melengkapi kamu baik sengaja maupun tidak sengaja. Selalu bisa membuatmu penasaran atau tertarik, jadi secara tidak langsung hal itu memberimu semangat untuk bertahan?

Hmm, aku nggak tahu kamu akan baca tulisanku ini atau nggak, atau mungkin selamanya tulisan ini cuma akan menjadi cuplikan atas diary gila yang memendam rasa yang tak pernah bisa tersalurkan..

Kalau boleh jujur, pertama-tama terimakasih karena dulu, dua tahun yang lalu kamu dan semua ulahmu yang menyebutku pendek, childish dan semua ledekanmu itu tanpa kusadari telah membuatku bangkit dan belajar kalau tidak ada gunanya menyesalkan masa lalu.
Terimakasih karena pernah dengan sabar dan tabahnya mendengarkan curhatanku, mendengarkan keluh kesah penuturanku yang saat itu masih takut membuka diri pada masalah hati dan persahabatan.
Terimakasih atas wishesmu yang polos mengatakan kalau kamu menginginkanku bisa tambah tinggi dan lebih dewasa. Well, it took time, aku butuh waktu dan aku sudah memanfaatkan waktu dua tahun untuk belajar serta bodohnya aku, aku juga butuh dua tahun untuk menyadari semua kebaikanmu dan perasaanku padamu,
Kalau mereka bilang cinta bisa tumbuh karena terbiasa, mungkin iya. Dibalik semua percakapan singkat yang terlalu singkat, sapaan-sapaan garing yang dulu terlontar dari bibir kita, serta semua yang sudah lewat, semua hal itu menguatkan rasa didalam diriku ini..
Lagi-lagi kuakui kalau mungkin sekarang memang telat untuk mengakui perasaan ini, karena waktu yang kita punya tidak begitu banyak. Sebentar lagi mungkin kita akan sibuk dengan aktivitas masing-masing. Dunia perkuliahan telah menyambut kita.
Kamu dan duniamu. Aku dan duniaku.
Selamat berjuang kamu yang disana, tetap menjadi yang terbaik. Aku sayang kamu yang dingin, kamu yang hanya bisa bercanda pada orang-orang tertentu, kamu yang selalu menatapku dengan tatapan super dingin yang selalu sukses membuatku merinding, kamu yang sebenarnya kalau tersenyum memang manis dan tetap misterius, kamu yang dulu selalu kupanggil papi karena kamu selalu mengingatkanku pada papaku dan hanya tersenyum menanggapi ulahku, kamu yang kini selalu sibuk dengan buku-buku dan deretan games yang jujur aku tidak pernah paham, kamu yang sepertinya sekarang anti membalas chat/sms dariku, tidak seperti dulu..
Aku kangen kamu yang dulu selalu minta kubantu mengerjakan tugas prakarya, kamu yang pernah akhirnya pasrah dengan pertanyaanku dan hanya mengatakan "how should I know, why can't you just be quiet for a moment?" tapi langsung tertawa setelahnya. Aku kangen kamu yang rela meminjamkan catatan matematikamu dan buku entah catatan rumus apapun itu serta dengan sabar menemaniku mengerjakan latihan fisika dikelas. Aku kangen sikapmu yang pernah mengantarku dan dua temanku pulang setelah kita selesai misa, kamu yang pernah menggenggam tanganku saat membantuku menapaki sungai, kamu yang rela jaketnya dipinjamkan secara tidak sengaja kotor karena ulahku. Padahal aku tahu kok, aku tahu kamu butuh jaket itu. Terimakasih buat semuanya. Terimakasih buat semua memori dan kenangan yang kamu berikan. Aku akui, aku kangen kamu yang dulu, bukan kamu yang sekarang semakin sibuk dengan game, buku dan headphone. Aku kangen kamu.

Tapi mungkin, ya, everything has changed... Ini waktunya untuk kita sama-sama menyongsong kedewasaan, menyiapkan diri untuk perpisahan kelak.
Sekali lagi, selamat berusaha ya, kamu.
Disini aku mendukungmu, selalu. Semoga deretan impianmu yang pernah kamu bilang ke aku itu menjadi kenyataan.. Semoga kamu bisa jadi dokter spesialis terbaik yang pernah aku kenal.
Jangan lupa tingkatkan juga hubungan koneksi dan relasimu, ya! :)

With love,
Steph

Everything Has Changed - Lyrics

"Everything Has Changed"
(duet with Ed Sheeran)
[Taylor Swift]
All I knew this morning when I woke
Is I know something now, know something
now I didn't before.
And all I've seen since eighteen hours ago
Is green eyes and freckles in your smile
In the back of my mind making me feel right
[Taylor Swift]
I just wanna know you better, know you
better, know you better now
I just wanna know you better, know you
better, know you better now
[Both]
I just wanna know you better, know you
better, know you better now
I just wanna know you, know you, know you
[Both]
'Cause all I know is we said, "Hello."
And your eyes look like coming home
All I know is a simple name
Everything has changed
All I know is you held the door
You'll be mine and I'll be yours
All I know since yesterday is everything has
changed
[Ed Sheeran]
And all my walls stood tall painted blue
And I'll take them down, take them down and
open up the door for you
[Taylor Swift]
And all I feel in my stomach is butterflies
The beautiful kind, making up for lost time,
Taking flight, making me feel right
[Both]
I just wanna know you better, know you
better, know you better now
I just wanna know you better, know you
better, know you better now
I just wanna know you better, know you
better, know you better now
I just wanna know you, know you, know you
[Both]
'Cause all I know is we said, "Hello."
And your eyes look like coming home
All I know is a simple name
Everything has changed
All I know is you held the door
And you'll be mine and I'll be yours
All I know since yesterday is everything has
changed
Come back and tell me why
I'm feeling like I've missed you all this time,
oh, oh, oh.
And meet me there tonight
And let me know that it's not all in my mind.
[Taylor Swift]
I just wanna know you better, know you
better, know you better now
I just wanna know you, know you, know you
[Both]
All I know is we said, "Hello."
And your eyes look like coming home
All I know is a simple name
Everything has changed
All I know is you held the door
You'll be mine and I'll be yours
All I know since yesterday is everything has
changed
[Taylor Swift]
All I know is we said, "Hello."
So dust off your highest hopes
All I know is pouring rain and everything has
changed
All I know is a new found grace
All my days I'll know your face
All I know since yesterday is everything has
changed

Tuesday, June 25

Heartless?!

Hi guys....
Pasti pada penasaran kan kenapa aku tiba-tiba muncul lagi dan sekalinya muncul langsung buat postingan yang mungkin berbau galau atau some kind like that disini??

Hmm, sebenarnya aku lagi nggak galau sih... Cuma habis disadarkan akan suatu hal penting saja...

Semua orang pasti pernah mengalami yang namanya patah hati.
Baik itu patah hati dalam hubungan internal keluarga, hubungan antara dua pihak perempuan dan laki-laki maupun hubungan persahabatan.
Semua orang pasti pernah dikecewakan, dikhianati dan dianggap mungkin hanya sebatas pelarian atau pelampiasan....
Klise, semua orang pasti pernah merasakan suatu kondisi dimana dia harus "jatuh".
Hanya saja, tidak banyak orang yang sanggup bangkit dan menepis semua duka maupun dendam akibat rasa sakit hati itu.
Lebih banyak orang memutuskan untuk melanjutkan hidup tapi sambil menutup hatinya juga karena dia begitu takut akan semua resiko yang mungkin akan diterima olehnya. Simpelnya, dia memutuskan untuk heartless karena masih dihantui oleh trauma masa lalu... Aku pun pernah ada didalam fase itu.

Bisa dibilang mungkin bodoh atau malah aku pernah jadi pengecut yang bertahan pada kenangan masa lalu, kenangan semu terhadap seseorang maupun beberapa pihak yang mungkin pernah ada didalam kisah hidupku. Pihak yang dulu aku pikir merupakan pihak yang baik namun kenyataannya tidak sama sekali. Karena adanya sedikit harapan jikalau mungkin semuanya masih bisa kembali seperti dulu.
Karena harapan semu itulah aku sadar kalau aku pernah membangun dinding tebal untuk proteksi diri. Karena itulah selama beberapa belas bulan terakhir, jauh didalam diriku aku pernah menjadi pribadi yang takut akan komitmen, takut mempercayai orang lain, aku menjadi seseorang heartless.

Hingga akhirnya, sebuah statement menyadarkanku kalau selama ini tindakanku salah total.

"Terus, cuma karena elo heartless, hidup lo bisa jadi lebih bahagia? Bukannya kebalikan? Bukannya lo malah jadi menyia-nyiakan semua momen yang sedang berlalu sekarang ini? Lo relain semua kebahagiaan lo demi orang-orang yang nggak tahu gimana caranya menghargai elo? Buat orang yang nggak tahu seberapa besar dampak yang sudah lo berikan bagi mereka? Buat mereka yang masih mengekang elo secara nggak langsung dan buat lo sekarang terjebak dalam masa lalu sehingga elo nggak bisa freely live your life?"

Aku ingat aku termenung sejenak saat orang itu menanyakan kalimat tersebut padaku.

"Semua yang sudah berlalu dan pergi dari kehidupan kita itu bukan pergi tanpa alasan. Semua kata-kata, cacian, hinaan, sindiran dari orang-orang yang tidak memahami caranya berterimakasih dan bersyukur pasti ada hitungannya sendiri yang dihitung oleh Tuhan. Semua yang nggak ada lagi dalam kehidupan kita dimasa kini itu bukan tanpa alasan, tapi jelas, Tuhan nggak pernah mengizinkan semuanya ada dalam cerita lo sekarang. Kalau dimasa lalu aja mereka nggak bisa memahami elo, gimana masa sekarang, gimana masa depan? Yang ada elo cuma akan semakin dimaanfaatkan oleh pihak-pihak seperti itu."

Aku masih diam saat itu. Benar memang perkataannya. Selama ini aku salah total telah menutup diri. Aku salah total sampai menakuti komitmen. Aku salah total karena semuanya.
Seharusnya aku sama sekali tidak bertindak sebodoh itu. Seharusnya aku bangkit, bukannya terpuruk sebegitu parah dan hanya membuka diri pada beberapa orang.

Seharusnya aku bisa menunjukkan pada mereka yang pernah menyakitiku kalau hidupku memang sudah sangat jauh lebih baik sekarang karena Tuhan memberkatiku penuh dengan orang-orang yang setia dan tulus menyayangiku serta menerimaku apa adanya. Aku bisa hidup. I survived dan akhirnya aku bahkan bisa menjalani kehidupan serta dunia persahabatan, ikatan kekeluargaan dan mungkin a little romance yang lebih berbobot.

"Kalau Tuhan mengambil sesuatu dari lo, Tuhan juga yang pasti akan memberikan pengganti yang lebih layak. Bukan berarti status mereka pengganti, bisa jadi malah masa lalu lo itu yang sebenarnya hanya angin lalu, debu yang iseng nempel disana-sini. Debu yang alur kehidupannya nggak pernah konsisten"

Akhirnya aku tersenyum menanggapi perkataannya.
Aku sadar kalau aku harus berubah. Aku harus membuka hati. Membuka diri. Mensyukuri dan menghargai semua yang telah aku miliki saat ini dengan penuh cinta. Karena merekalah yang memang ditakdirkan untuk ada buatku hingga saat ini dan mungkin, selamanya.

"Thank you, ya!" seruku sambil tersenyum bahagia dan menatap mereka satu persatu

"Jangan berhenti percaya. Jatuh itu hal yang wajar. Gagal juga hal yang normal. Tapi semuanya tinggal masalah waktu. Pada waktu yang tepat yang sudah Tuhan sediakan, lo pasti akan dipertemukan dengan sahabat-sahabat sejati lo. Dengan cinta sejati lo juga!"

"Secara nggak langsung, gue aja bisa lihat kenapa dalam kehidupan lo sekarang sudah tidak ada orang-orang yang dulu menyakiti elo. Karena kalau anggapannya elo itu gadget, Lo itu limited edition, OS lo jauh lebih tinggi, lo lebih valuable dan harga jual lo pasti lebih tinggi juga. Lo kuat dan lo berharga. Makanya Tuhan mau lo juga dikelilingi sama orang-orang yang berharga juga"

....................



Intinya buat kamu semua yang mungkin sekarang masih menutup diri rapat-rapat karena segelintir hal dari masa lalu, stop wasting your time, you only live once.. Heartless cuma karena masa lalu itu sama sekali nggak berguna. Kamu yang rugi dan malah mereka yang sudah menyakiti kamu yang untung karena dimata mereka kamu lah yang terlihat lemah. Noooooo, I believe you're stronger than that. You're always stronger than you thought you were. Jangan lagi sia-siakan kehidupan kamu buat mereka yang sekarang mungkin sibuk sama dunia mereka sendiri... You're worth more than what they've done to you, you've been prepared to receive more...

God sees, God hears, God knows what you deserve...




Love,
Steph!


Saturday, May 11

Parents!

THIS VIDEO DESERVES MORE VIEWS!!!!! OHMYGOSH!!!!


may endless blessings fall down to every parents in this world every day, every second. God, please, keep them all safe and sound in Your mighty hands. Dear Mommy and Daddy, I love you!! ♥

Tuesday, May 7

This is a repost from @benzbara_'s post.....


40 atau lebih hal yang harus aku syukuri dan ucapkan terima kasih kepadamu setelah kau pergi


1. terima kasih sudah mencintaiku.

2. terima kasih sudah mengungkapkan bahwa kau mencintaiku.

3. terima kasih sudah berkata aku rindu kepadamu, kepadaku.

4. terima kasih sudah mengirim pesan selamat tidur kepadaku di setiap malam.

5. terima kasih sudah membuatku tersenyum dengan pesan selamat pagi di setiap aku terbangun keesokan harinya.

6. terima kasih sudah menerimaku.

7. terima kasih sudah bersedia untuk aku cintai.

8. terima kasih sudah sempat menitipkan dan mempercayakan hatimu untukku.

9. terima kasih untuk setiap pelukan. yang sebentar, yang lama. (tapi kita lebih sering lama)

10. terima kasih untuk setiap kecupan. di pipi, di bibir, di mana pun yang pernah kita lakukan.

11. terima kasih untuk perjalanan yang tidak pernah aku bayangkan.

12. terima kasih untuk pengalaman yang tidak terlupakan.

13. terima kasih untuk kenangan yang manis.

14. terima kasih untuk waktu yang sudah kau berikan.

15. terima kasih sudah memperhatikan kesehatanku.

16. terima kasih sudah menjadi inspirasi untuk tulisan-tulisanku.

17. terima kasih untuk setiap tawa yang disebabkan olehmu.

18. terima kasih sudah memperlihatkan dan mengenalkanku ke sudut dunia lain yang baru

19. terima kasih untuk hal-hal yang baru.

20. terima kasih untuk debar bahagia yang kurasakan setiap menjelang bertemu kau.

21. terima kasih sudah menunggu.

22. terima kasih sudah menyediakan waktu untukku meski kau sudah tidak lagi boleh menyediakan waktu untukku.

23. terima kasih untuk kesabaranmu menghadapiku.

24. terima kasih untuk setiap percakapan tengah malam yang membuatku tidur selalu larut.

25. terima kasih untuk pemberian yang sekarang (dan nanti akan masih) aku kenakan.

26. terima kasih untuk lagu-lagu kesukaanmu yang kau bilang mengingatkanmu kepadaku.

27. terima kasih untuk hari-hari yang menyenangkan.

28. terima kasih untuk khayalan-khayalan masa depan yang sering kita tertawakan.

29. terima kasih sudah mendengarkanku berbicara.

30. terima kasih sudah membuatku merasa dibutuhkan.

31. terima kasih sudah mencoba untuk bertahan.

32. terima kasih sudah memberiku kesempatan.

33. terima kasih untuk setiap kemesraan.

34. terima kasih untuk tetap ada.

35. terima kasih untuk tidak benar-benar pergi.

36. terima kasih atas semua hal yang membuatku berterima kasih.

37. terima kasih untuk setiap mimpi-mimpi.

38. terima kasih untuk masih ada di sini.

39. terima kasih sudah memulai.

40. terima kasih sudah mengakhiri.