Selamat malam semuanya.
Hehehe, it's almost midnight in my place right now.
Awalnya sih, aku buka blog karena bosen nggak ada inspirasi buat tulisanku yang sudah dikejar deadline and stuffs like that ya.
Tapi, karena inspirasi yang tadinya aku cari diblogger malah membawaku kesebuah tempat yang cukup unpredictable, akhirnya aku memutuskan untuk membuat sebuah post yang sebenarnya sih, aku belum tahu mau dikasih judul apa, but we'll see, soon or later I bet I'll get an inspiration to give this post an appropriate tittle.
Sebelumnya, aku mau tanya sesuatu dulu nih buat teman-teman readers semuanya...
Pernah nggak sih kalian berusaha melupakan seseorang atau sesuatu yang entah kenapa, semakin kalian berusaha melupakan orang itu, kalian malah semakin teringat dengan keberadaan orang itu atau bahkan dengan sejumlah moments atau memories yang dulu pernah kalian lewati bersama?
Pernah nggak kalian berulang kali mengumbar pada dunia kalau kalian telah sukses berhasil melupakan atau membuang masa lalu yang mungkin bagi kalian nggak selayaknya diingat atau dialami oleh sebagian orang, tapi sayangnya kalian malah mengalaminya?
Pernah nggak kalian terpaksa berbohong pada dunia kehidupan sekarang kalau masa lalu itu nggak punya bekas maupun jejak sedikitpun dalam diri atau pribadi kalian yang sekarang?
Baru saja aku baca artikel tentang human's memory dan artikel itu bikin aku sadar kalau kinerja memori manusia memang unik. The way human memory works sungguh unpredictable.
Pada dasarnya, ingatan kitalah yang akan membentuk diri kita. Kebiasaan kita dimasa lalu, ideologi kita, harapan kita dan ketakutan kita pada apapun pasti semua dipengaruhi oleh apa yang kita ingat dan telah terjadi dimasa lalu kita.
Memang, semua yang ada dimasa lalu itu memang nggak akan pernah bisa diubah lagi, whatever happened, they're already happened and they're gone because the wind took them all away without alarming.
Tapi, etis nggak sih, sopan nggak sih kalau kita sampai harus berbohong pada dunia tempat kita berada kalau ada suatu bagian dari masa lalu yang kita buang, kita kucilkan, kita tendang jauh-jauh dan kita anggap semuanya itu nggak pernah ada.
Sama saja kayak kita udah bikin coret-coretan plot naskah diselembar kertas yang tadinya putih, akhirnya kertas itu penuh dengan tulisan, bahkan ada beberapa bagian yang kita tandai dengan stabilo atau some underlines karena parts tersebut cukup berarti bagi kita.
But suddenly, karena sebuah kejadian yang memang bisa disebut musibah, bisa jadi karena emosi, dendam atau entah apa yang jelas berkaitan dengan human's anger, kertas itu kita robek-robek, kita hancurkan, bakar, whatever deh, supaya semuanya lenyap, instantly gone forever.
Hanya saja, pernah nggak terlintas dibenak kamu kalau Tuhan melihat segalanya? So do angels and the people who are or even were close to you. Seberapapun usaha kamu buang segala memori masa lalu itu, seberapa besarpun usaha kamu mengumbar kalimat yang terdiri dari untaian kata yang berusaha meyakinkan masyarakat kalau kamu nggak pernah ada difase apapun yang kamu ingin sekali lupakan, apa kamu nggak capek berbohong?
Apa kamu nggak lelah acting terus dan menganggap semuanya udah lalu, semuanya sampah?
Apa kamu nggak ngerasa kalau kali aja, ada pihak yang bisa merasa dirugikan dengan tindakanmu yang tidak bersyukur dan menuntut lebih pada kehidupan?
Atau barangkali, kamu melakukan itu semua karena kamu nggak puas dengan masa lalumu itu?
kamu berharap lebih, kamu berusaha mendapatkan lebih dan akhirnya, kamu membuang semuanya itu dan menciptakan cerita baru lagi?
If that's what you do, I should say what you're doing is such a concrete cliché, it's hilarious.
If you're wondering have I already forgotten what we once have been through, I would proudly admit no I haven't. I still can't. you can call me with "cie susah move on or whatever" but I actually have learned so many lessons from stuffs I experienced on my past and I'm thankful for every moments God's given to me.
Thankful for the happiness, sadness, everything...
because my past made me the girl I am right now.....
Love,
Steph....
No comments:
Post a Comment